Thursday, August 11, 2016

Ritual Panen Raya Unik dan Mewah - Wonderfull Indonesia

Panen Raya Unik dan Mewah Hanya Di Indonesia - Kali ini Rdzme hadir dengan memberikan info keunikan negara kita tercinta yakni Indonesia. Panen raya adalah pemungutan / pemetikan hasil padi secara besar - besaran yang biasanya dirayakan dengan acara besar sebagai ungkapan rasa syukur di suatu daerah tertentu. Berikut ini beberapa panen raya paling unik hinga mewah di Indonesia.

Naik Dango – Ritual Masyarakat Dayak
Panen Raya Dayak



Naik Dango – Ritual Masyarakat Dayak
Naik Dango adalah ritual pasca panen yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Dayak terutama Dayak Kanayatn. Setiap tahun, para pemuka desa akan berkumpul dan mendiskusikan acara naik dango yang merupakan wujud syukur kepada Nek Jubata atau Sang Pencipta atas hasil panen yang sangat melimpah 

Secara prinsip, Naik Dango sama seperti Seren Taun. Penduduk akan menyerahkan padi yang masih dalam tangkai kepada para petinggi adat dan dimasukkan ke lumbung (dango). Dalam ritual ini, penduduk akan melakukan banyak sekali pertunjukan seperti tarian, nyanyian, hingga acara makan bersama sebagai wujud rasa syukur yang tak habis-habis kepada Sang Pencipta yang memberi keberkahan 

Mappadendang – Masyarakat Bugis
Mappadendeng adalah sebuah ritual merayakan panen yang dilakukan oleh Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Ritual ini dilakukan dengan menumbuk gabah pada lesung menggunakan kayu atau bambu. Ritual ini dilakukan untuk menyucikan gabah hingga akhirnya menjadi beras dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat 

Tabuhan yang keluar dari pukulan bambu ke lesung akan menimbulkan bunyi yang cukup indah. Dari bunyi-bunyian ini, sekelompok pria akan mulai melakukan pertunjukkan seperti tari-tarian dan nyanyian yang berisi banyak sekali rasa syukur kepada sang pencipta yang memberikan banyak rezeki. Oh ya, ada satu lagi yang unik dari meppadendeng, kaum muda biasanya suka mencari jodoh pada event yang sangat ditunggangi ini 


Seren Taun – Masyarakat Sunda
Seren Taun adalah salah satu ritual panen yang setiap tahun dilakukan oleh Masyarakat Sunda dari zaman dahulu. Ritual ini adalah simbol dari rasa terima kasih yang diberikan Masyarakat Sunda kepada Tuhan. Mereka akan menyerahkan beberapa bagian padi kepada ketua adat untuk disimpan di dalam lumbung yang dalam Bahasa Sunda sering disebut dengan leuit 

Acara Seren Taun biasanya diawali dengan pengambilan air di sumber yang dikeramatkan. Selanjutnya air itu akan dicipratkan ke semua orang ketika melakukan penjemputan padi. Setelah prosesi ini selesai, penduduk akan melakukan pertunjukan kolosal seperti tari buyung, angklung baduy, dan angklung buncis. Penutup acara ini adalah doa yang dibacakan dengan khidmat (hormat).







0 comments:

Post a Comment